Corrolla GL 85

Corrolla GL 85
odong-odongku

Rabu, 10 Maret 2010

MEMBACA PETA PENATAGUNAAN TANAH

LAPORAN PRAKTIKUM
PENATAGUNAAN TANAH



Disusun oleh :
IMAM PATONI
NIM:08172354

Kelompok IV




1. ENY YUNI HASTUTIK NIM. 08172350
2. FAISAL RAHMAN NIM. 08172351
3. HABIBAH NIM. 08172352
4. HERI SETIAJI NIM. 08172353




ACARA I
MEMBACA PETA PENATAGUNAAN TANAH


A. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Mahasiswa diharapkan mampu membaca peta terutama peta-peta penatagunaan tanah, dalam arti mengenali dan memahami isi peta tersebut yang digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol penatagunaan tanah.

B. Dasar Teori
Sumberdaya tanah merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia, karena merupakan sumberdaya yang sangat diperlukan untuk setiap bentuk kegiatan manusia seperti untuk pertanian, permukiman, industri, tempat rekreasi, maupun sebagai kawasan lindung yang perlu dipertahankan kelangsungannya.
Kegiatan pembangunan yang semakin meningkat akan selalu membutuhkan tanah yang semakin meningkat pula, sedangkan luas tanah yang tesedia relatif tetap. Oleh karena itu sering terjadi berbagai benturan dan hambatan dalam pelaksanaan pembangunan. Tanah tidak lagi dipandang dari segi agraris saja yang diidentikkan dengan kegiatan pertanian, sksn tetapi telah berkembang menjadi berbagai segi kehidupan sehingga menimbulkan berbagai dimensi masalah di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik dan pertahanan keamanan.
Pembangunan melibatkan banyak pihak dari instansi pemerintah. Peran dari tiap pihak berbeda, tetapi masing-masing saling mengisi. Perumusan kebijaksanaan yang baik, di samping membutuhkan sasaran yang dirumuskan dengan jelas, juga sangat membutuhkan fakta yang baik. Azas pemerataan pembangunan dan manfaatnya menuntut adanya fakta yang diwilayahkan, karena hanya dengan cara demikian, pembangunan akan bisa memenuhi aspirasi masyarakat setempat yang coraknya beraneka ragam.
Wilayah adalah bagian daripada muka bumi, yang karena adanya kesamaan geografis dan/atau administratif membuat bagian dari muka bumi itu merupakan satu kesatuan yang memiliki ciri-ciri atau sifat yang sama, dan yang membedakannya pula dengan muka bumi yang lain. Pengertian wilayah menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang adalah ruang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif atau aspek fungsional (BPN;1993).
Dari berbagai hal tersebut perlu dilakukan pengolahan data pertanahan secara baik dan akurat termasuk penyajiannya. Pengolahan data pertanahan bersifat spasial (keruangan), memerlukan sarana yang baik agar mudah dipahami dan digunakan. Salah satu cara penyajian data pertanahan yang digunakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah dengan peta. Karena peta adalah satu-satunya alat yang dapat dipakai untuk menyajikan wilayah muka bumi dengan efektif, dimana detail daripada faktanya diatur dengan skala peta. Ada pendapat yang mengemukakan bahwa apabila kita ingin memperoleh gambaran yang baik tentang kegiatan pemanfaatan tanah di suatu wilayah, maka data dalam bentuk daftar saja belum cukup, tetapi masih diperlukan letak daripada tiap jenis kegiatan pemanfaatan tanah tersebut, sehingga akan terlihat hubungan antara kegiatan satu dengan lainnya. Persyaratan ini hanya bisa dipenuhi kalau fakta tersebut disajikan dalam bentuk peta-peta. (Sandy, 1975)
Oleh karena itu penyusunan dan pembuatan peta yang baik perlu terus ditingkatkan. Selain itu pemahaman serta pengenalan tehadap berbagai simbol yang digunakan dalam peta serta kelengkapan unsur peta perlu ditingkatkan pula, sehingga tidak terjadi penafsiran yang keliru terhadap fakta yang disajikan dalam peta tersebut.
Membaca peta dapat diartikan sebagai usaha untuk mempelajari atau mengetahui kenampakan-kenampakan yang terdapat di muka bumi atau data-data yang berkaitan dengan keruangan melalui peta, tegasnya melalui simbol-simbol yang ada di dalam peta. Sedangkan menganalisis peta merupakan usaha lebih lanjut daripada membaca peta, yakni berdasarkan kenampakan-kenampakan yang dibaca dari peta, dianalisis baik satu per satu maupun dalam hubungannya dengan yang lain, untuk kemudian digali mengapa terjadi kenampakn-kenampakan tersebut. Jadi antara membaca peta dan menganalisa peta ini sangat berbeda sekali. Akan tetapi dalam prakteknya, membaca peta dan menganalisa peta ini merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan, sebab tidak lengkap dan tidak berarti apa-apa kalau pembacaan tidak disertai dengan menganalisa sekaligus.
Untuk dapat membaca peta dan menganalisa peta dengan baik, seseorang harus memiliki :
1. Kemampuan membayangkan, artinya dengan melihat simbol yang ada kemudian dapat membayangkan bagaimana keadaan medan yang sebenarnya.
2. Ketajaman menganalisa, dapat menganalisis setiap kenampakan yang digambarkan di dalam peta baik secara sendiri-sendiri maupun secara keseluruhan terhadap kenampakan yang terdapat di dalam peta dan juga hubungannya dengan tema peta yang lain.
3. Pengetahuan secara umum, ini diperlukan karena peta dapat memuat berbagai kenampakan, sedang maksud pembacaan peta sesuai dengan kepentingan tertentu sering harus memperhatikan berbagai hal.
4. Latihan yang teratur, ini dilakukan baik berdasarkan simbol-simbol yang digambarkan pada peta maupun dengan mengecek kebenaran dari kenampakan yang ada di lapangan dari apa yang digambarkan dalam peta tersebut.
Di dalam membaca peta dan menganalisa peta, tidak boleh dilupakan bahwa peta yang digambarkan dalam kertas atau bidang datar itu sebenarnya menggambarkan permukaan bumi yang melengkung. Di samping itu permukaan bumi yang luas dan hanya digambarkan dalam bidang gambar yang sempit atau terbatas, akan banyak terjadi kesalahan atau kekurang lengkapan kenampakan atau data yang seharusnya ada. Kesalahan atau kekurang lengkapan ini terjadi berkaitan dengan penggunaan proyeksi peta dan skala peta yang digunakan pada pembuatan peta tersebut, dan ini juga menyangkut luasan areal yang dipetakan. Selain kesalahan-kesalahan dan kekurangan dalam penyajian data tersebut, dalam pembacaan peta, kesalahan dapat terjadi dalam menginterpretasi data yang digambarkan, yang antara lain karena :
a. Pembaca peta kurang mengetahui masalah/pengetahuan tentang peta,
b. Kurang mengerti arti simbol-simbol yang digunakan,
c. Petanya kurang dapat dipercaya (sumbernya) atau peta itu sudah terlalu usang, sehingga sudah sangat dimungkinkan fakta yang disajikan sudah kadaluwarsa.
Dalam membaca peta ada beberapa faktor atau unsur yang terdapat dalam peta yang harus diperhatikan antara lain:
1. Judul peta, judul ini menunjukkan tema peta apa yang digambarkan, lokasi atau daerah mana yang digambarkan dalam peta tersebut.
2. Tema peta, menunjukkan macam peta apa yang digambarkan atau dibuat berdasar kepentingannya. Misalnya : peta penggunaan tanah, peta kemampuan tanah.
3. Indeks peta, menunjukkan sistim pemberian nomor atau lokasi yang lebih luas pada tiap lembaran peta sehingga dengan demikian dapat diketahui lokasi dari peta yang dibaca terhadap daerah sekitarnya. Sehingga kalau diperlukan daerah sekitarnya maka akan dengan mudah untuk memperolehnya sesuai dengan nomor indeksnya.
4. Simbol-simbol peta, ini merupakan gambar pengganti dari kenampak obyek atau data yang ada di lapang yang digambarkan sesuai dengan tema peta.
5. Sumber pembuat peta, perlu dilihat apakah pembuat atau penerbit peta itu merupakan badan atau lembaga yang mempunyai kompetensi dalam soal perpetaan. Juga sumbernya dari mana, ini akan menentukan besar kecilnya kepercayaan yang diberikan terhadap kebenaran peta yang dibaca.
6. Tahun pembuatan peta, peta menggambarkan keadaan medan, baik medan alami maupun buatan, yang kesemuanya ini bukan merupakan kenampakan yang statis, melainkan selalu berubah. Oleh karena itu peta yang dibuat dalam waktu yang telah lama kurang mencerminkan keadaan sekarang. Dalam hal ini kalau memungkinkan dalam penggunaan peta sebaiknya peta yang terbaru.
7. Skala peta, sangat erat hubungannya dengan tingkat ketelitian data yang digambarkan. Semakin besar skalanya datanya semakin rinci atau detail, tetapi dengan skala yang kecil data yang digambarkan lebih global atau tidak rinci dan areal atau daerah yang digambarkan lebih luas.
8. Legenda, merupakan keterangan tentang arti simbol, yang letaknya di luar muka peta.
Dalam pembuatan peta, simbol-simbol adalah merupakan unsur yang sangat penting, karena dalam membaca peta berarti kita mengartikan simbol-simbol yang ada dalam peta sesuai dengan temanya. Karena simbol adalah suatu gambar pengganti yang berfungsi untuk menggambarkan keadaan obyek dan letaknya yang sebenarnya di dalam peta dari suatu obyek atau data yang sebenarnya di lapang. Simbol yang baik adalah simbol yang judah dikenal dan mudah digambar. Di dalam pembuatan peta penggunaan simbol-simbol inilah peta dapat di baca. Simbol dapat menggambarkan data atau obyek yang sifatnya kualitatif dan kuantitatif, sedang menurut macamnya simbol apat dibedakan menjadi 3 macam yaitu simbol titik, garis dan luasan (bidang, area atau wilayah) dan menurut bentuk atau wujudnya dapat dibedakan menjadi simbol piktorial (mirip dengan keadaan aslinya), simbol geometri dan simbol huruf atau angka.
Di lingkungan Direktorat Penatagunaan Tanah Badan Pertanahan Nasional terdapat berbagai jenis peta; seperti peta kemampuan tanah, peta penggunaan tanah perdesaan, peta penggunaan tanah perkotaan dengan berbagai skala, dari yang berskala kecil sampai dengan peta berskala besar. Di antara 3 macam simbol tersebut, simbol area perlu mendapatkan perhatian khusus, karena simbol ini menunjukkan luasan dari bagian permukaan bumi dan dalam penggambaran simbolnya harus mempunyai keseragaman, misalnya keseragaman mengenai jenis penggunaan tanahnya, jenis unsur-unsur kemampuan tanahnya seperti tekstur tanah, drainase dan sebagainya. Untuk mengenal berbagai macam simbol yang digunakan dalam peta tata guna tanah terutama peta penggunaan tanah dan peta kemampuan tanah dalam berbagai skala (lihat pada lampiran petunjuk penggambaran peta tata guna tanah).
Seperti yang telah disampaikan di muka, bahwa peta dengan skala besar akan menyajikan fakta yang lebih rinci daripada peta yang berskala kecil. Perbedaan tingkat kerincian fakta dapat ditampilkan dengan menggunakan simbol-simbol yang menyatakan tingkat intensitasnya, dan sering pula dibedakan atas semakin banyaknya pembagian kelas dari sesuatu unsur kenampakan yang ada. Selain daripada itu pada peta tata guna tanah sering dijumpai simbol-simbol yang berarti kualitatif maupun kuantitatif yang menggambarkan tingkat kelas suatu kenampakan medan dengan menggunakan bentuk-bentuk simbol yang sama tetapi terdapat perbedaan dalam besar kecilnya ukuran simbol yang digunakan.











C. Bahan dan Alat Praktikum
1. Bahan Praktikum :
- Peta penggunaan tanah perdesaan skala 1 : 50.000
- Peta Penggunaan tanah skala 1 : 50.000
- Peta kemampuan tanah skala 1 : 5.000
- Kertas HVS
- Kertas Kalkir

2. Alat Praktikum :
- Komputer dengan program untuk penggambaran peta (Automap/Autocad, MS Word, dll)
- Printer
- penggaris
- Scanner

D. Cara Kerja
1. Menyiapkan peta penggunaan tanah atau peta kemampuan tanah yang akan dibaca dengan skala yang berbeda. (peta terlampir)
2. Scan peta tersebut dengan menggunakan scanner, kemudian kita lakukan pendigitan peta-peta tersebut dengan menggunakan software automap/autocad beserta pembuatan informasi tepi dari peta tersebut.
3. Lengkapi pula peta yang telah digambar pada point 2, dengan elemen-elemen peta yang lainnya, sehingga hasilnya merupakan sebuah peta tematik yang lengkap.
4. Lakukan pengamatan terhadap peta penggunaan tanah dan peta kemampuan tanah, cermati macam atau bentuk-bentuk simbol yang digunakan.
5. Perhatikan apakah terdapat perbedaan dari simbol-simbol yang digunakan pada peta dengan skala yang berbeda. Catat perbedaan yang ada, dan perbedaan tersebut menunjukkan apa dan bagaimana kesimpulan saudara?
6. Buatlah pengelompokkan macam-macam simbol yang digunakan dalam peta (simbol titik, garis, area), dan kemudian disusun dalam suatu tabel pengelompokkan simbol disertai dengan legenda dari masing-masing simbol.
7. Buatlah pembahasan mengenai hasil pembacaan simbol atau penafsiran simbol dari peta tersebut, dengan penjelasan secukupnya bagaimana daerah yang dipetakan atau digambarkan tersebut sesuai dengan tema petanya.

E. Hasil Praktikum dan Pelaporan
Hasil Praktikum :
1. Tabel daftar pengelompokkan simbol berdasarkan macamnya dan disertai gambar simbol beserta arti atau keterangannya.
2. Daftar unsur peta beserta penjelasan tentang fungsi atau kegunaan unsur peta.
3. Salinan peta penggunaan tanah atau kemampuan tanah pada kertas kalkir lengkap dengan elemen-elemen peta.
4. Pembahasan hasil pembacaan peta.


Bentuk Pelaporan :
1. Isi laporan meliputi : 1). Judul Praktikum 2). Tujuan Instruksional Khusus (TIK). 3). Dasar Teori 4). Bahan dan alat yang digunakan 5). Tahapan pelaksanaan 6). Hasil praktikum dan pembahasan 7). Kesimpulan
2. Tulisan sampul : Laporan Praktikum Penatagunaan Tanah; Acara : I Membaca Peta; Lambang Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional; Identitas mahasiswa dan Nama Instruktur; dibagian bawah dituliskan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Program Diploma IV Pertanahan, dan dibawahnya Tahun.

F. Alokasi Waktu Praktikum
Alokasi waktu praktikum 2 kali pertemuan








G. Pendalaman Materi
1. Apakah yang dimaksud dengan peta?
Peta adalah Gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan ukuran yang lebih kecil dengan skala tertentu dan digambarkan dalam bentuk simbol – simbol dan selektif
2. Bilamanakah suatu peta disebut itu disebut peta yang baik?
 Tidak boleh membingungkan
 Mudah dimengerti atau ditangkap maknanya oleh si pengguna peta
 Dapat memberikan gambaran yang sebenarnya , peta harus teliti, sesuai dengan tujuannya.
 Mempunyai estetika/ ada nilai seni
3. Persyaratan apa yang harus dimiliki oleh seorang yang akan membaca peta?
 Kemampuan membayangkan, artinya dengan melihat simbol yang ada kemudian dapat membayangkan keadaan medan yang sebenarnya.
 Ketajaman menganalisa, dapat menganalisa setiap kenampakan yang digambarkan didalam peta baik secara sendiri – sendiri maupun secara keseluruhan terhadap kenampakan yang terdapat didalam peta dan juga hubungannya dengan tema peta yang lain.
 Pengetahuan secara umum , ini diperlukan karena peta dapat memuat berbagai kenampakan, sedang maksud pembacaan peta sesuai dengan kepentingan tertentu sering harus memperhatikan berbagai hal.
 Latihan yang teratur, ini dilakukan baik berdasarkan simbol – simbol yang digambarkan pada peta maupun dengan mengecek kebenaran dari kenampakan yang ada dilapangan dari apa yang digambarkan
 Dalam membaca peta, Anda harus memahami dengan baik semua simbol atau informasi yang ada pada peta. Kalau Anda dapat membaca peta dengan baik dan benar, maka Anda akan memiliki gambaran mengenai keadaan wilayah yang ada dalam peta, walaupun belum pernah melihat atau mengenal medan (muka bumi) yang bersangkutan secara langsung.
 Ada beberapa hal perlu ketahui dalam membaca peta antara lain:
i. Isi peta dan tempat yang digambarkan, melalui judul.
ii. Lokasi daerah, melalui letak garis lintang dan garis bujur.
iii. Arah, melalui petunjuk arah (orientasi).
iv. Jarak atau luas suatu tempat di lapangan, melalui skala peta.
v. Ketinggian tempat, melalui titik trianggulasi (ketinggian) atau melalui garis kontur.
vi. Kemiringan lereng, melalui garis kontur dan jarak antara garis kontur yang berdekatan.
vii. Sumber daya alam, melalui keterangan (legenda).
viii. Kenampakan alam, misalnya relief, pegunungan/gunung, lembah/sungai, jaringan lalu lintas, persebaran kota. Kenampakan alam ini dapat diketahui melalui simbol-simbol peta dan keterangan peta.

.
4. Apakah yang dimaksud dengan simbol pada peta? Ada berapa macam simbol peta, sebutkan dan jelaskan?
Simbol peta adalah suatu bentuk/tanda/gambar untuk mewakili dari kenampakan dimuka bumi dalam peta agar informasi yang disampaikan mencapai sasaran
Macam – macam simbol peta dibedakan atas :
• Bentuk Simbol
Menurut bentuknya simbol peta dapat dibedakan menjadi :
a. Simbol Titik : digunakan untuk menunjukkan posisi atau lokasi dan identitas dari unsur yang diwakilinya. Contoh : simbol titik tiangulasi.
b. Simbol garis : digunakan jika unsur yang diwakilinya berbentuk garis. Contohnya : sungai, jalan, rel kereta api.
c. Simbol Area : digunakan untuk menampilkan unsur-unsur yang berhubungan dengan luasan. Contoh : simbol kecamatan, kabupaten, dll.
• Ujud Simbol
Ujud simbol dikelompokkan dalam tiga kategori :
a. Simbol Piktorial yaitu simbol yang sama dengan keadaan yang sesungguhnya atau yang sudah disederhanakan.
b. Simbol Geometrik/Abstrak yaitu simbol-simbol dengan bentuk teratur seperti lingkaran, bujur sangkar, segitiga, dsb.
c. Simbol Huruf/Angka yaitu simbol yang disusun oleh huruf atau angka untuk menyatakan unsur tertentu yang sangat khas.
5. Jelaskan bedanya simbol dengan Legenda
 Simbol peta adalah suatu bentuk/tanda/gambar untuk mewakili dari kenampakan dimuka bumi dalam peta agar informasi yang disampaikan mencapai sasaran
 Legenda adalah keterangan yang menjelaskan informasi tentang suatu simbol peta.

6. Adakah persamaan simbol pada peta penggunaan tanah dengan simbol pada peta kemampuan tanah? Jelaskan jawaban saudara?
Ada persamaannya terutama untuk simbol yang mewakili unsur-unsur geografis

7. Apakah yang dimaksud dengan simbol bersiafat kualitatif? Berikan contohnya?
Simbol bersifat kualitatif maksudnya data kualitatf tidak menyebutkan jumlah atau nilai maka pencerminan dalam peta hanyalah mengungkapkan agihan atau distribusi keruangan dari unsur yang dipetakan saja, contohnya :
• Data posisional/titik adalah bentuk titik yang dalam pelaksanaannya dapat dipilih diantara piktorial,geometrik ataupun huruf. Contoh : letak titik dasar teknik disuatu daerah.
• Data linear : simbol yang digunakan dalam bentuk simbol garis, misalnya jalan, sungai, batas administrasi, dll.
• Data bidang/luasan : simbol yang digunakan adalah bentuk simbol bidang atau pola, misalnya sebaran bidang-bidang tanah disuatu daerah.
8. Sebutkan elemen elemen yang harus ada pada suatu peta?
Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen peta, agar peta mudah dibaca, ditafsirkan dan tidak membingungkan. Adapun komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam suatu peta antara lain:
• Muka Peta
Muka peta adalah tema atau daerah yang digambarkan padasuatu daerah tertentu yang berupa ;
a. Rangka jala (grid,gratikul)
b. Unsur geografi dan buatan manusia
c. Garis tepi peta (mapneat line)
• Informasi/keterangan tepi adalah suatu keterangan yang dicantumkan di daerah tepi peta yang berisi informasi peta. Meliputi antara lain :
a. Judul Peta
b. Daerah yang dicakup
c. Skala peta
d. Orientasi arah utara
e. Legenda/simbol
f. Petunjuk lembar peta (Indeks peta)
g. Nomor Lembar Peta
h. Titik dasar teknik
i. Batas wilayah pemerintah
j. Garis kontur
k. Petujuk pembacaan koordinat geografi
l. Petunjuk pembacaan koordinat UTM
m. Keterangan riwayat peta
n. Singkatan
• Informasi didaerah batas (garis tepi peta)
a. Koordinat geografi
b. Nilai gratikul
c. Koordinat UTM
d. Nilai grid
9. Adakah kaitannya antara skala dengan simbol peta?
Simbol sangat terkait dengan skala peta. Semakin besar skalanya maka cakupan areanya akan lebih sempit,data yang ditampilkan semakin rinci sehingga simbol yang dibutuhkan makin banyak untuk mewakili kenampakan pada peta dan semakin kecil skalanya maka cakupan areanya makin luas , data yang ditampilkan makin umum sehingga simbol yang dibutuhkan makin sedikit karena gambarannya bersifat global.
10. Jelaskan hubungan skala peta dengan isi peta?
Kaitan skala dengan isi peta yaitu menyangkut informasi yang akan ditampilkan dalam peta tersebut. Semakin kecil skala peta maka peta tersebut akan peta tersebut akan mencakup daerah yang semakin luas maka isi peta tersebut akan menampilkan suatu informasi atau isi untuk daerah yang luas tetapi informasi/isi peta tersebut bersifat umum dan mencakup daerah yang luas. Sedangkan semakin besar skala peta maka peta tersebut akan mencakup daerah yang semakin sempit tetapi lebih menampilkan isi /informasi yang lebih detil dan jelas.




H. Kesimpulan
Peta adalah Gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan ukuran yang lebih kecil dengan skala tertentu dan digambarkan dalam bentuk simbol – simbol dan selektif. Dalam praktikum kali ini mempelajari bagaimana membaca peta penggunaan tanah, peta penggunaan tanah skala 1 : 50.000, peta penggunaan tanah skala 1 : 5000, peta kemampuan tanah skala 1 : 5000. dari ketiga peta tersebut setelah di amati antara peta penggunaan tanah skala 1: 50.000 dengan peta penggunaan tanah skala 1: 5000 ada perbedaan yang sangat signifikan yaitu mengenai cakupan wilayah dan data yang ditampilkan dalam peta. Semakin besar skalanya maka cakupan areanya akan lebih sempit,data yang ditampilkan semakin rinci sehingga simbol yang dibutuhkan makin banyak untuk mewakili kenampakan pada peta. Semakin kecil skalanya maka cakupan areanya makin luas , data yang ditampilkan makin umum sehingga simbol yang dibutuhkan makin sedikit karena gambarannya bersifat global.
Sehingga dapat disimpulkan dalam pembuatan peta hal yang paling utama dalam pengambilan data lapangan adalah skala peta yang akan di pakai karena menentukan kerincian data yang diambil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar